Purnama retak menjadi kian menangis....
Ku ingin hapus air matamu dan kuletakkan senyum terindah,
agar semua yang melihatmu berdecak kagum pdmu
Bawakan aku senyum itu secepatnya,
sebelum mimpi membawanya kabur
dan membenamkannya dalam gelap.
Dengan hembusan angin malam yang menusuk kutitipkan seuntai senyumku...
Biarkan dia diam dan menemani mimpimu....
Rasakan betapa hangatnya
karena kurangkai dengan butiran kasih penghangat
sebagai selamat tuk tidurmu malam ini.
Ahaiiii.... aku merasakannya...,
dan telah kutitipkan sebuah bintang untuk menjagamu malam ini.
jika indramu tak mampu menangkapnya jangan bersedih,
karena ia hanya ada untuk sebuah ketenangan.
Pagi…
Ah,,,,bintang ini cukup tuk temaniku sampai pagi ini....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Segala kritik dan saran silahkan diposkan di sini