Pada ilalang,
itu suara yang melambaikan desir desau
kata bertuah, sabda-Mu.
Sampai rupa-Mu tertera di helai malam.
Tak berwujud jua.
Kami sahaya sahaja,
erat pada setiap jejak
yang Kau tinggalkan.
Pada suara dan ilalang.
(Supun, 29 Juni 2012, dimuat pada Jurnal Sastra SANTARANG edisi Agustus 2012)